DOA ORANGTUA UNTUK ANAK (1)

KTQS # 1493

DOA ORANGTUA UNTUK ANAK (1)

♠ Doa Agar Anak Menjadi Penyenang Hati

‎رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا

Robbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrota a’yun waj ‘alna lil muttaqiina imama

Artinya:Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (Qs al-Furqon ayat 74)

Doa Agar Anak Rajin Sholat

‎رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Artinya : Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. (Surat Ibrahim Ayat 40)

♠ Doa Mohon Anak yang Baik

‎رَبِّ هَبۡ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةٗ طَيِّبَةًۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

Robbiy habliy mil ladunka dzurriyyatan thoyyibatan innaka sami’ud du’a’

Artinya: Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa. (Surat Ali ‘Imran Ayat 38 / Doa Nabi Zakaria)

♠ Doa Agar Anak Menjadi Shaleh

Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam berkata,

‎رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Robbi hablii minash shoolihiin

Artinya : Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh]”. (QS. Ash Shaffaat: 100)

Salam !

Advertisements

BANTULAH !

KTQS # 1492

BANTULAH !

“Barangsiapa yang melepaskan seorang mukmin daripada satu kesusahan daripada kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskannya daripada satu kesusahan daripada kesusahan-kesusahan kiamat..

Barangsiapa yang mempermudahkan bagi orang susah, niscaya Allah akan mempermudahkan baginya di dunia dan di akhirat..

Barangsiapa yang menutup ke’aiban seorang muslim, niscaya Allah akan menutup ke’aibannya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa bersedia menolong hambaNya selagi mana dia suka menolong saudaranya..

Barangsiapa yang melalui suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan mempermudahkan baginya suatu jalan menuju ke syurga..

Sesuatu kaum tidak berkumpul di salah sebuah rumah-rumah Allah (yaitu masjid) sambil mereka membaca Kitab Allah dan mengkajinya sesama mereka melainkan suasana ketenangan akan turun ke atas mereka, rahmat akan meliputi mereka dan mereka akan di kelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut (perihal) mereka kepada orang-orang yang berada di sisiNya..

Barangsiapa yang terlambat amalannya, niscaya nasab keturunannya tidak mampu mempercepatkannya”. (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Berbuat Baik Tanpa Henti,
Berbagi Kebahagiaan Tanpa Tapi,
Bersegera Membantu Tanpa Nanti.

🌷 Semangat pagi,
Semangat membantu,
Semangat bersedekah 🌷

Salam !

TERTAWA dan MENANGIS (5)

KTQS # 1491

TERTAWA😄 dan MENANGIS😭 (5)

🌸 TERTAWA YANG BERBUAH KEBAIKAN

Saat hati gembira atau ada sebab lain yang dibenarkan syar’i

Tertawa yang diperbolehkan adalah tertawa yang tidak mengeraskan suara seperti kebiasaan orang jahiliyah, akan tetapi cukup perlahan saja atau tersenyum dan boleh menampakkan gigi seri.

“Sesungguhnya aku dilarang meratap. Dilarang dua su­ara yang jahat: mengeraskan suara ketika tertawa pada saat mendapatkan nikmat, bermain-main, senda gurau dan terompet setan, dan dari suara jeritan menangis pada saat kena musibah, menggaruk wajah, menyobek saku dan teriakan setan.” (HR. Tirmidzi 4/226)

Saat bergembira ketika mendapatkan nikmat terutama nikmat iman dan Islam

Anas bin Malik radliallahu anhu berkata : “Ketika Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersama kami, tiba-tiba beliau terlena sesaat, kemudian beliau mengangkat kepala sambil tersenyum. Kami bertanya : ‘Wahai Rasulullah, apa yang membuat Anda tertawa?’ Beliau shalallahu alaihi wasalam menjawab : ‘Baru saja satu surat diturunkan kepadaku, yaitu surat al-Kautsar.” (HR. Muslim 607)

Senyum bila menjumpai saudara yang beriman

Abu Dzar radliallahu anhu berkata : “Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda : “Jangan meremehkan kebaikan, walaupun hanya sedikit semisal berwajah ceria (senyum) ketika bertemu dengan teman.” (HR. Muslim 8/37)

Senyum seperti ini sungguh sangat baik, karena menunjukkan lapang dada. Tetapi harus benar dalam penempatannya. Di antara senyuman yang dianjurkan adalah senyumnya istri kepada suami, orang tua kepada anaknya atau sebaliknya, tuan rumah kepada tamunya, dan kepada manusia secara umum walaupun kepada orang yang hati kita kurang senang kepadanya.

Saat senyum harus simetris antara ujung bibir kiri dan kanan, jangan sampai salah satu lebih tinggi dari yang lain atau asimetris seperti ini>> 😏

Selamat tersenyum 🙂

TAMAT

Salam !

TERTAWA dan MENANGIS (4)

KTQS # 1490

TERTAWA dan MENANGIS (4)

MENANGIS BERBUAH KEBAIKAN

Takut karena Allah subhanahu wa ta’ala

“Tidaklah masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)

Menangis ketika sedang sholat

Dari Muthorrif dari ayahnya, dia berkata : “Aku melihat Rasulullah shalallahu alaihi wassalam sedang sholat, dan di dada­nya ada suara seperti suara air yang mendidih karena menangis.” (Ibnu Majah, Shahih at-Targhib 3/162)

Menangis tatkala membaca al-Qur’an

“Apabila dibacakan ayat-ayat Alloh Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS. Maryam [19]:58)

Ibnu ‘Ajlan radliallahu anhu berkata : “Setiap tetesan air mata yang mengalir karena membaca al-Qur’an maka dia dirohmati oleh Allah swt.” (ar-Riqqotu wal-Buka’ 1/83)

Menangis pada saat berdzikir dan berdo’a ke­pada Allah subhanahu wa ta’ala

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda : “Ada tujuh orang yang akan mendapat naungan pada hari kiamat, tidak ada naungan kecuali naungan-Nya …

“…Dan orang yang berdzikir kepada Allah dengan bersepi lalu menetes air kedua matanya… “ (HR. Bu­khari 1/168)

Menangis ketika mendengar khutbah atau ceramah

Abu Said al-Khudri radliallahu anhu, berkata : “pada suatu hari Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam, berada di atas mimbar lalu bersabda : ‘Ada seorang hamba yang diberi pilihan Allah subhanahu wa ta’ala antara diberi kemewahan dunia atau di­beri sesuatu yang ada di sisi-Nya. Ternyata hamba itu memilih sesuatu yang ada di sisi-Nya.’ Setelah itu Abu Bakr  ra, tampak menangis.” (HR. Mus­lim 4390)

Menangis karena mengingat dosa

Tholhah Ibnu Mushorif radliallahu anhu berkata : “Ada orang yang berbuat dosa, maka setiap dosa yang dia ingat dia menangis.” (ar-Riqqotu wal-Buka’ 1/183)

Menangis ketika mendengar adzan

“Al-Qodhi Fudhail bin ‘Iyadh ra menangis di masjid ketika mendengar adzan hingga pasir di hadapannya basah olehnya.” (ar-Riqqotu wal-Buka’ 1/153)

Salam !

TERTAWA dan MENANGIS (3)

KTQS # 1489

😄 TERTAWA dan MENANGIS 😭 (3)

TERTAWA BERBUAH DOSA

Tertawa yang tidak terkendali bisa berdampak buruk bagi diri dan orang lain. Sering kita jumpai awalnya orang senda gurau lalu berakhir dengan kebencian dan pertengkaran.

“Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak mena­ngis.” (HR. Bukhari 8/217)

Dampak Tertawa dan Membuat Tawa

Hati sulit mengingat Allah.

“Dan janganlah terlalu banyak tertawa. Sesungguh­nya terlalu banyak tertawa dapat mematikan hati.” (HR. Tirmidzi 2/50)

Pelawak biasanya berbohong untuk membuat orang lain tertawa.

“Celakalah orang yang berbicara padahal ia berbohong, hanya sekadar untuk membuat orang-orang lain tertawa. Celakalah dia, dan celakalah dia.” (HR. Abu Dawud 4/454)

Kufur orang Menertawakan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rosul-Nya.

Quran Surat at-Taubah ayat 65-66 , dan :
“Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami dengan serta merta mereka menertawakannya.” (QS. az-Zukhruf [43]: 47)

Berdosa Menertawakan Orang Yang Beriman.

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah me­reka yang menertawakan orang-orang yang beriman.” (QS. al-Muthoffifin [83]: 29)

Menjadi Pengejek & Penertawa orang-orang yang mengamalkan Sunnah & Agama

“Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu mener­tawakan mereka.” (QS. al-Mu’minun [23]:110)

Baca
QS az-Zukhruf [43]: 47,
QS an-Ni­sa'[4]:140,
QS al-An’am [6]: 5 & 10,
QS al-Hijr [15]: 11,
QS al-Kahfi [18]: 56 & 106,
QS ar-Rum [30]: 10 ,
dan surat lainnya.

INGAT !

“Maka hendaklah mereka sedikit tertawa dan banyak menangis, sebagai pembalasan dari apa yang selalu me­reka kerjakan.” (QS. at-Taubah [9]: 82)

Ibnu Abbas radliallahu anhu menafsirkan : “Dunia ini hanya sebentar, silahkan tertawa wahai orang yang suka tertawa. Jika anda meninggalkan dunia dan menghadap Allah subhanahu wa ta’ala kalian akan menangis sepanjang masa.”

Salam !

TERTAWA & MENANGIS (2)

⛅🌦🌧⛅🌦🌧⛅

KTQS # 1488

TERTAWA & MENANGIS (2)

MENANGIS BERBUAH DOSA

Rasululloh shalallahu alaihi wasalam bersabda : “Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala tidak menyiksa karena air mata atau karena kesedih­an hati. Tetapi Dia menyiksa atau mengasihi sebab ini, -beliau menunjuk ke lidah beliau-.” (HR. Muslim 1532)

Maksudnya Allah menyiksa karena ratapan yang diucapkan lidah ketika menolak takdir Allah atas si mayit.

Meratapi orang mati adalah hal yang tercela karena menunjukkan pelakunya tidak beriman kepada takdir Alloh atau tidak ridha ketentuan Allah subhanahu wa ta’ala

Tatkala suami Ummu Salamah radliallaha anha meninggal dunia, dan hendak menangis, lalu Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda : “Apakah kamu akan memasukkan setan di rumah yang Allah telah mengusirnya.” Beliau mengulangi dua kali. Lalu Ummu Salamah radliallaha anha diam dan tidak menangis lagi. (HR. Muslim 3/39)

Ibnul Mubarok rahimahullah, berkata : jeritan tangisan akan berbahaya kepada si mayit. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda : “Sesungguhnya mayat disiksa lantaran tangisan keluarganya.” (HR. Bukhori 2/101)

Inilah salah satu contoh menangis yang berbahaya. Demikian juga tangisan ketika dirinya atau keluarganya terkena musibah. Manusia memang boleh bersedih tetapi tidak boleh menangis  dengan mengeraskan suara.

Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam berkata kepada Mua’adz bin Jabal radliallahu anhu: “Barangkali kami akan melewati masjidku dan kuburanku.” Lalu Mua’adz menangis karena sedih. Lantas Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berkata : “Jangan menangis wahai Mu’adz, sungguh menangis dengan keras adalah perbuatan setan.” (HR. Ahmad, shahih dalam Silsilah Shahihah 5/665)

Salam !

😁😭😁😭😁😭😁

TERTAWA & MENANGIS (1)

KTQS # 1487

TERTAWA & MENANGIS (1)

Tertawa dapat mengeluarkan seseorang dari iman dan Islam. Tertawa yang tidak terkendali bisa berdampak buruk bagi diri dan orang lain.

Sering kita jumpai awalnya orang senda gurau lalu berakhir dengan kebencian dan pertengkaran karena tersinggung.

Imam Ibnu Hibban radliallahu anhu berkata : “Banyak dalil yang menjelaskan larangan tertawa yang berlebih-­lebihan, karena sering tertawa pasti berdampak ti­dak baik.”

Kemudian beliau membacakan hadits Rasulullah saw, “Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak mena­ngis.” (HR. Bukhori 8/217)

Dan jangan dikira tertawa atau menertawakan sesuatu adalah hal yang sepele. Apalagi yang menjadi bahan lelucon adalah syari’at Islam yang mulia.

Menangis pada umumnya karena sedih, sakit atau tertimpa musibah. Akan tetapi terkadang karena rasa gembira dan haru, semuanya itu hu­kumnya boleh asal tidak seperti tangisan jahiliyah.

Menangis terkadang mendapat pahala bila di­karenakan takut siksaan Alloh, seperti orang yang berbuat maksiat lalu dia sadar dan istighfar, atau menangis karena mengingat kebesaran kekua­saan-Nya atau berharap rohmat dan surga-Nya. Menangislah karena takut kepada Allah swt.

Rosulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda :
“Tidaklah masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah.” (HR. Tirmidzi dishahihkan dalam al-Misykah 3828)

Anas bin Malik radliallahu anhu mengatakan : “Tidak ada hari yang lebih menyedihkan bagi para sahabat dari pada hari itu.” Anas bin Malik radliallahu anhu berkata lagi : “Me­reka menutupi kepala mereka sambil terdengar isak tangis mereka.” (HR. Muslim 4351)

Dalam Islam, tertawa dan menangis ada rambu-rambu syar’inya, namun masih banyak saudara kita yg belum mengetahuinya.

Jika dikaji secara rinci bukanlah hal remeh tapi merupakan hal yang perlu diwaspadai.

Hal apa saja Tertawa yang mendatangkan pahala dan dosa juga Menangis yang berbuah pahala atau dosa?

Ikuti kajian selanjutnya…

Salam !