MENINGGALKAN SHALAT JUM’AT SEBANYAK 3X BERTURUT-TURUT*

KTQS # 1519

*MENINGGALKAN SHALAT JUM’AT SEBANYAK 3⃣❎ BERTURUT-TURUT*

Bagi kaum laki-laki yang sudah *baligh* sholat Jum’at adalah *wajib*, karenanya tidak boleh ditinggalkan sama sekali, *kecuali sakit*.

“Hai orang-orang beriman, apabila diserukan untuk menunaikan shalat Jum’at, maka cepatlah kalian mengingat Allah dan tinggalkanlah segala aktiftas jual beli. Sebab yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya”.
*(QS. Al-Jumu’ah: ayat 9)*

_Hadist Thariq bin Syihab radhliallahu anhu_ juga menjelaskan tentang kewajiban shalat Jum’at bagi kaum laki-laki yang sudah baligh.

“Shalat Jum’at itu adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki dengan berjamaah, *kecuali* (memang tidak diwajibkan terhadapnya,yaitu) *_terdiri atas 4 orang yaitu Budak, Wanita, Anak kecil dan Orang sakit_*”.
*(HR. Abu Daud)*

Lalu bagaimana dengan laki-laki muslim yang sudah baligh namun meninggalkan shalat Jum’at *dengan sengaja*, apalagi meninggalkannya sampai mencapai sebanyak *tiga kali berturut-turut*? ini jawabannya,

“Bagi siapa saja kamu laki-laki muslim meninggalkan shalat Jum’at  sebanyak tiga kali *tanpa udzur dan tanpa sebab*, *_maka Allah akan mengunci mata hatinya_* ”.
*(HR. Malik)*

“Bagi siapa yang meninggalkan shalat Jum’at tiga kali karena meremehkannya, maka Allah akan mengunci mata hatinya”.
*(HR. at-Tirmidzi)*

Ibnu Abbas juga mengatakan, “Bagi siapa yang meninggalkan shalat Jum’at tiga kali berturut-turut maka dia telah *_melemparkan ikatan Islam ke belakang punggungnya sendiri_*”. *(HR. Abu Ya’la)*

Dengan demikian jelas bagi laki-laki muslim yang sudah baligh yang dengan sengaja meninggalkan shalat Jum’at maka dihukumi sebagai orang munafiq, fasiq, kufur, bahkan Ibnu Abbas menyatakan, sama dengan telah melepaskan keimanannya kepada Allah & Rasul-Nya serta telah meninggalkan keislamannya.

_Na’udzubillah tsuma na’udzubillah_ !

Salam !

Advertisements

SYA’BAN

KTQS # 1517

🌷 SYA’BAN 💐

Dari A’isyah radhliallaha anha menceritakan, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah shalallahu alaihi wasallam puasa satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat Beliau shalallahu alaihi wasallam puasa lebih banyak dalam sebulan dibandingkan dengan puasa Beliau pada bulan Sya’ban”. (HR Bukhari, no. 1969 dan Muslim, no. 1156 dan 176)

“Beliau shalallahu alaihi wasallam berpuasa penuh pada bulan Sya’ban”. (HR.Bukhari, no. 1970)

“Beliau shalallahu alaihi wasallam berpuasa pada bulan Sya’ban kecuali sedikit”. (HR Muslim, no. 1156 dan 176)

Imam Ahmad dan Imam Nasa’i meriwayatkan sebuat hadits dari Usamah bin Zaid radhliallahu anhu, beliau mengatakan : “Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tidak pernah berpuasa dalam sebulan sebagaimana Beliau berpuasa pada bulan Sya’ban. Lalu ada yang berkata, ‘Aku tidak pernah melihat anda berpuasa sebagaimana anda berpuasa pada bulan Sya’ban.’ Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjawab, ‘Banyak orang melalaikannya antara Rajab dan Ramadhan (Sya’ban). Padahal pada bulan itu, amalan-amalan makhluk diangkat kehadirat Rabb, maka saya ingin amalan saya diangkat saat saya sedang puasa”. (HR Ahmad, 5/201 dan Nasa’i, 4/102)

Dari beberapa hadits tersebut diatas dapat diambil kesimpulan : Bahwa memperbanyak puasa dibulan Sya’ban adalah disyariatkan dan disunnahkan. Puasa yang dimaksudkan disini adalah puasa-puasa sunnah seperti, Senin-Kamis, Yaumul bidh, Daud atau puasa wajib untuk membayar hutang puasa Ramadhan tahun lalu.

Jadi tidak ada satupun hadits yang menyebutkan “Puasa Sya’ban”, tapi hanya disebutkan “Memperbanyak Puasa di Bulan Sya’ban”

Salam !

DOA MENGGUNAKAN TANGAN

KTQS # 1515

DOA MENGGUNAKAN TANGAN

Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam mengajarkan bagaimana doa yang harus dibaca ketika tubuh mengalami kesakitan. Misalnya saja saat bagian dada (paru-paru dan jantung), kepala (sakit kepala atau migrain), sakit perut (lambung/maag), sakit gigi, tangan atau kaki keseleo dan sejenisnya.

Doa ini diajarkan Rasulullah kepada sahabat yang dijelaskan dalam Syarah Shahih Muslim 14: 169, bahwa pada suatu hari seorang sahabat bernama Utsman bin Al Ash radhliallahu anhu datang kepada Rasulullah karena merasa sakit dibagian tubuhnya. Lalu Rasulullah mengajarkan doa dan caranya,

Ia memerintahkan Utsman bin Al Ash radhliallahu anhu,
“Letakkan tanganmu pada tempat yang sakit dan bacalah Bismillah tiga kali, lalu bacalah “ A’uudzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru ” ( Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan yang sedang aku rasakan dan yang aku khawatirkan)”.

(HR. Muslim no. 2202)

👉 Ini doanya :

‎بِاسْمِ اللَّهِ (3×)

Bismillah (3 x)

Artinya : Dengan menyebut nama Allah

Lalu sambung dengan doa ini,

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ (7×)

A’udzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir (7 x)

Artinya : Aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari kejelekan yang aku dapatkan dan aku khawatirkan.

Selain berupaya menyembuhkan penyakit dengan bantuan dokter. kita juga perlu membarenginya dengan doa kepada Allah. Karena semua obat dan dokter hanyalah perantara, sementara Allah lah yang memiliki ketetapan.

Salam !

 

🌷🍃🌷🍃🌷🍃🌷

INDIKATOR IMAN

KTQS # 1514

INDIKATOR IMAN

Bagaimana melihat secara mudah tingkat keimanan seseorang?

Jika kita melihat hatinya, tidak ada seorangpun yang tahu apa isi hatinya, hanya yang bersangkutan yang mengetahuinya. Bisa saja dia menyimpan kebusukan dalam hatinya dan sifat munafik.

Jika kita mendengar omongannya, maka kita akan mudah tertipu dengan lisannya karena lisan bisa berdusta. Dia berbicara seolah-olah benar namun berbohong. Tidak ada kesesuaian antara lisan dan perbuatannya.

Jika kita menyaksikan amalnya, maka kita bisa saja tertipu karena amal bisa berpura-pura secara fisik tampak nyata dan ikhlas padahal dia berbohong dengan amalnya untuk menipu.

Lalu bagaimana melihat keimanan seseorang? Allah melalui Rasul-Nya menyatakan,

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangga dan siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi, siapa saja seorang muslim yang :

  1. Berkata Baik, 

“Siapakah orang muslim yang paling baik ?’Beliau menjawab, “Seseorang yang orang-orang muslim yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya”. (HR. Muslim no 64)

  1. Memuliakan Tetangga,

“Demi Allah, tidak beriman, tidak beriman, tidak beriman. Ada yang bertanya: ‘Siapa itu wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab: ‘Orang yang tetangganya tidak aman dari bawa’iq-nya (kejahatannya)‘” (HR. Bukhari 6016, Muslim 46)

  1. Memuliakan Tamu, 

Imam Nawawi berkata: “Menjamu dan memuliakan tamu adalah termasuk adab dalam Islam dan merupakan akhlak para nabi dan orang-orang shalih.” (Syarh Shahih Muslim)

Maka saksikan lah bahwa dia beriman kepada Allah dan hari akhir.

Salam !

MANDI JUNUB DI HARI JUM’AT

KTQS # 1513

MANDI JUNUB DI HARI JUM’AT

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang mandi junub dan istrinya pun mandi, lalu ia berangkat ke masjid dan bersegera, kemudian ia mendekat kepada imam dan diam mendengarkan khutbah serta tidak berbuat sia-sia, maka setiap langkahnya seperti pahala puasa dan sholat setahun”.

(HR. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 693)

“Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dan memandikan istri (menyebabkan istri mandi karena menyetubuhinya), lalu ia pergi di awal waktu atau ia pergi dan mendapati khutbah pertama, lalu ia mendekat pada imam, mendengar khutbah serta diam, maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa dan shalat setahun.”

(HR. Tirmidzi no. 496)

Makna “Ghassala” diartikan mandi junub . As Sindi menjelaskan arti dari “ghassala” adalah ghuslul a’dha lil wudhu, yaitu memandikan anggota badan untuk wudhu, lalu dilanjutkan dengan ihgtasala yang artinya mandi junub, karena tatacara mandi junub adalah wudhu dulu, baru mandi. (Lihat Tahqiq Musnad Ahmad, 11/545).

Jadi ghassala adalah mandi junub karena menjima’ istri dulu.

Imam As Suyuthi dalam Tanwirul Hawalik berkata: “Apakah kalian lemas (karena) menyetubuhi istri kalian pada setiap Jum’at (artinya bukan di malam hari). Karena menyetubuhi saat itu mendapat dua pahala: (1) pahala mandi Jum’at, (2) pahala menyebabkan istri mandi (karena dijima’)”.

Dan tentunya sah-sah saja jika mandi Jum’at digabungkan dengan mandi junub.

Imam Nawawi rahimahullah mnjelaskan, “Jika seseorang meniatkan mandi junub dan mandi Jum’at sekaligus, maka maksud tersebut dibolehkan.” (Silahkan periksa Al Majmu’, 1: 326)

Inilah makna yang paling dekat atas sebutan Sunnah Rasul, bukan malam Jum’at melainkan di pagi hari. Jima’ pada malam Jum’at adalah pemahaman keliru yang tersebar di masyarakat. Yang tepat dan yang dianjurkan, adalah hubungan intim pada pagi hari ketika mau berangkat Jumatan, dan bukan di malam hari.

Semoga kita selalu mendapatkan taufiq dari Allah swt agar senantiasa kokoh diatas Sunnah.

Salam !

SETAN LARI TERBIRIT-BIRIT SAMPAI TERKENTUT-KENTUT MENDENGAR SUARA ADZAN

KTQS # 1512

👿 SETAN LARI TERBIRIT-BIRIT SAMPAI TERKENTUT-KENTUT MENDENGAR SUARA ADZAN 👿

Adzan merupakan panggilan Allah untuk para hamba melaksanakan Ibadah salat lima waktu. Ini adalah panggilan umum yang  akan Allah perdengarkan kepada siapa yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya, termasuk dari golongan setan.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
“Apabila panggilan shalat (adzan) dikumandangkan maka setan akan lari sambil kentut hingga dia tidak mendengarkan adzan lagi”. (HR. Al Bukhari dan Muslim)

“Apabila panggilan shalat dikumandangkan, maka setan akan lari terbirit-birit sambil terkentut-kentut hingga ia tak lagi mendengar (suara) adzan tersebut…”. (HR. Darimi No.1178)

Mengapa setan lari terbirit-birit sampai terkentut-kentut saat mendengar adzan? Seperti dalam hadits tersebut, setan takut dengan panggilan shalat itu. Begitu besar takutnya hingga mereka lari sambil terkentut-kentut.

Syaikh Majdi Abdul Wahab Al Ahmad dalam Syarah Hisnul Muslim, setan lari mendengar suara adzan karena adzan berisi kalimat tauhid dan syiar-syiar Islam. Setan juga putus asa dalam menggoda seseorang ketika terdengar pernyataan tauhid.

Alasan lain setan berlari adalah mereka tidak mau menjadi saksi atas muadzin yang mengumandangkan adzan. Nabi dalam sabdanya mengatakan bahwa semua benda baik kering maupun basah nantinya akan menjadi saksi bagi muadzin yang mendapat keutamaan pada hari kiamat.

“Tidaklah adzan didengar oleh jin dan  manusia, batu dan pohon, kecuali mereka akan bersaksi untuknya.” (HR Abu Ya’la)

Setelah adzan selesai maka setan kembali mengganggu manusia untuk tidak bertauhid.

Lalu kalau manusia tidak suka mendengar adzan dan lebih suka mendengar syair, lalu siapa yang menjadi setan dan siapa yang menjadi manusia?😈

Salam !

PELACUR MEMBERI MINUM ANJING, MASUK SURGA?

KTQS # 1511

🐶 PELACUR MEMBERI MINUM ANJING,MASUK SURGA? 🐶

Terdapat dua kisah yang menceritakan tentang ini :

1⃣Pertama, Laki-laki memberi minum anjing dan diampuni dosanya/masuk surga.

“…‘Anjing ini kehausan seperti diriku.’ Maka dia mengisi sepatunya dan kemudian memberi minum anjing itu. Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya.”
Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah kita bisa meraih pahala dari binatang?”
Beliau menjawab, “Setiap memberi minum pada hewan akan mendapatkan ganjaran. (Dalam riwayat lainnya: lalu DIMASUKKAN KEDALAM SURGA).”
(HR. Bukhari no. 2363 dan Muslim no. 2244)

2⃣Kedua, Wanita pelacur memberi minum Anjing dan diampuni dosanya.

“Ada seorang wanita pelacur melihat seekor anjing di hari yang panasnya begitu terik. Anjing itu mengelilingi sumur tersebut sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya (lalu menimba air dengannya). Ia pun DIAMPUNI karena amalannya tersebut.”
(HR. Muslim no. 2245).

Makna kedua hadits ini bahwa, sebesar apapun dosa yang dilakukan bisa saja diampuni Allah hanya dengan amalan yang kecil dan sepele.

Namun kedua hadits diatas tidak disebutkan anjing tersebut dipelihara dan tidak bisa dijadikan sebagai dalil untuk membolehkan memelihara anjing.

“Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing…”.
(HR. Bukhari no. 448)

“Barangsiapa memanfaatkan anjing, bukan untuk maksud menjaga hewan ternak atau bukan maksud dilatih sebagai anjing untuk berburu, maka setiap hari pahala amalannya berkurang sebesar dua qiroth ”. (HR. Bukhari no. 5480 dan Muslim no. 1574)

Catatan: Satu Qirath setara dengan ukuran sebesar Gunung Uhud.

Jika akan memelihara anjing hanya untuk menjaga rumah/ternak atau berburu itu dibolehkan, tapi jika untuk hewan peliharaan dan menjadi hewan bermain-main didalam rumah maka itu haram. Malaikat tidak akan masuk rumah yang didalamnya ada anjing dan pahala ibadahnya berkurang terus sebesar dua gunung uhud setiap hari, alangkah ruginya !

Salam !
🐶🐶🐶🐶🐶🐶